PENCEMARAN LOGAM BERAT

PENCEMARAN LOGAM BERAT

Memang sudah lama isu tentang bahaya pencemaran logam berat tersebar di masyarakat luas, dan memang kenyataannya pencemaran logam berat memang sangat berbahaya, baik bagi tubuh ataupun lingkungan.
Sebagian besar berasal dari proses industri dan pertambangan, ternyata pencemaran logam berat yang berasal dari alami pun bisa terjadi. Misalnya logam yang dibebaskan dari proses kimiawi dan aktifitas gunung berapi, logam yang ditransportasi oleh ikan dari atmosfer berupa partikel debu, serta dari abrasi pantai. Beberapa dari logam berat berdampak negatif terhadap tubuh manusia misalnya timbulnya beberapa penyakit berbahaya. Contohnya saja pada logam berat Merkuri (Hg), dewasa ini penggunaan merkuri sangat marak diberbagai produk kosmetik dengan tujuan agar kulit si pemakai akan tampak putih. Padahal tidak demikian, Hydragyrum/Merkuri jika masuk kedalam tubuh akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya, misalnya kulit akan menjadi lebih gelap dan kusam (ketika kosmetik dihentikan pemakaiannya), keguguran, dan lebih parahnya akan mengakibatkan kanker kulit.
Kehidupan air akan sangat terancam apabila logam berat tercemar disungai, danau, atau laut. Terutama terhadap ikan-ikan yang hidup disungai yang tercemar logam berat. Pengaruh toksisitas Cd, Ni dan Cr pada morfologi ingsang ikan ikan salmon. Ikan akan mengalami hipoksia (karena kesulitan mengambil oksigen dari air), sehingga menjadi penebalan pada sel epitel ingsang dan berakibat ikan kurang mampu berenang, (oleh hughes, dkk. 1979).
Cadmium (Cd) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit (renik) dan bersifat tidak mudah larut dalam air. Cd dan bermacam bentuk persenyawaannya dapat masuk kelingkungan perairan sebagai efek samping dari aktifitas manusia. Cd dalam konsentrasi berlebih dapat membawa sifat racun yang merugikan semua organisme hidup, bahkan berbahaya untuk manusia. Dalam tubuh biota dalam sistem rantai makanan turut menentukan jumlah Cd yang terakumulasi. Bila jumlah Cd yang terakumulasi melebihi ambang maka biota dari level tertentu dalam rantai makanan akan mengalami kematian bahkan kemusnahan (Palar, 1994)
Menurut Effendi (2003), Cd bersifat kumulatif dan sangat toksik bagi manusia karena dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal dan paru-paru, meningkatkan tekanan darah dan kemandulan pada pria dewasa. Kasus keracunan Cd yang terkenal adalah timbulnya penyakit itai-itai dijepang ditandai dengan rasa sakit pada tulang dan terjadi pengeroposan tulang. Toksisitas Cd dipengaruhi oleh pH dan kesadahan. Selain itu keberadaan Zn dan Pb dapat meningkatkan toksisitas Cd.
Berdasarkan standar WHO, kadar Cd maksimum pada air yang diperuntukkan bagi air minum adalah 0.005 mg/l. Pada perairan yang diperuntukkan bagi kepentingan pertanian dan peternakan, kadar Cd sebaiknya tidak melebihi 0.005 mg/l. Untuk melindungi kehidupan pada ekosistem akuatik, perairan sebaiknya memiliki kadar Cd sekitar 0.0002 mg/l ?(moore, 1991 dalam Effendi, 2003). Level maksimum konsentrasi Cd dalam ikan dan produk perikanan seusai ketentuan FDA tahun 1998 adalah 3-4 ppm berlaku di Amerika Serikat dan 0.5-1.0 mg/kg berat basah untuk Negara-negara Eropa (Huss, dkk., 2003)

  1. Nama kimia hydragyrum (Hg)
    Logam ini dihasilkan oleh bii sinabar (HgS=Sinabar Ore) dengan kandungan unsur mercuri 0,1-4%
  2. Sifat yang dimiliki oleh logam mercuri antara lain
    Berwujud cair
    Merupakan logam yang paling mudah menguap dibandingkan logam lain
    Logam yang paling baik untuk mengantar daya listrik
    Dapat melarutkan berbagai macam logam kecuali besi, nikel dan kadmium, kobalt, platinum
    Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua mahluk hidup baik dalam bentuk tunggal (logam) maupun senyawany
  3. Penggunaan logam mercuri
    Dipakai dalam industri alat kedokteran, x ray tube, tensimeter, dsb
    Dalam pembuatan alat listrik seperti balon lampu, klep, baterai, aki
    Dalam pertanian digunakan sebagai fungisida (membunuh jamur pada bibit) misal, mertil merkuri asesat (CH3-Hg-COOH), etil merkuri klorida (C2H5-Hg-CI) dan senyawanya metil merkuri disianodiamida dan senyawanya metil merkuri disianodinamika (CH3-Hg-NH-CNHNHCN)
    Jalur masuk melalui kulit biasa terjadi karena kecelakaan dari pecahnya alat yang mengandung air raksa
    Merkuri diabsorbsi melalui pernapasan (80%) didalam alveoli
  4. Transport, Distribusi dan Ekskresi
    Sesudah memasuki tubuh logam merkuri dalam waktu yang singkat masih berbentuk logam
    Didalam darah jaringan dengan cepat dioksidasi menjadi ion merkuri Hg 2+ yang kemudian diikat dengan protein
    Dalam darah inorganik merkuri ini diedarkan juga melalui dan sel darah merah
    Tempat penampungan ion ini banyak ditemukan pada ginjal dan otak meskipun ekspesinya sebagian besar melalui usus dan ginjal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *