Aktivitas Tambang Khawatir Ganjal Geopark Merangin jadi Warisan Dunia

Aktivitas Tambang Khawatir Ganjal Geopark Merangin jadi Warisan Dunia

Geopark Merangin diKabupaten Merangin, Jambi, tengah diusulkan kepada Unesco masuk dalam warisan dunia. Namun, tim peneliti khawatir aktivitas pertambangan emas rakyat menjadi batu sandungan pengakuan ini.

Profesor Fauzie Hasibuan, koordinator divisi Geologi Tim Peneliti Geopark Merangin, khawatir tambang emas di Sungai Manau dan Perentak berdampak buruk bagi penilaian.

Dia menilai, Pemerintah Merangin gagal menjaga kelestarian lingkungan. Tambang kian hari kian meluas. Padahal, itu kawasan penyangga bagi Geopark Merangin.

Fauzi berulangkali mengingatkan Pemerintah Merangin menertibkan tambang karena pengakuan geopark itu ditentukan Juni ini. Tim penilai Unesco akan turun ke Merangin dan Kerinci. Saat itu, tim akan melihat tambang yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Ini sangat kita khawatirkan. Kita tidak tahu apa pandangan Unesco. Memang, Ibrahim Komoo dari Unesco bilang betapa besar potensi Geopark Merangin. Tapi, beliau belum melihat tambang. Kita berharap, tidak akan mempengaruhi,” katanya kepada Mongabay.

Tak hanya itu. Polusi di area tambang bukan saja mempengaruhi Geopark, juga kehidupan masyarakat sekitar. “Air keruh, masyarakat tidak bisa memanfaatkan lagi.”

Hasibuan mengatakan, palaing berbahaya kimia untuk mengekstrak emas misal, merkuri atau sianida dan lain-lain. “Memang masih memerlukan penelitian lebih mendalam. Jenis racun-racun baru terlihat dalam waktu panjang, paling tidak satu generasi, misal kecacatan fisik dan atau mental pada bayi.”

Menurut dia, Badan Geologi tak dapat bertindak karena di luar kewenangan. “Saya kira para ahli semacam ini ada di pemerintahan.”

Badan Geologi, katanya, hanya bisa memberi masukan, eksekusi ada di daerah. Sedang tujuan geopark antara lain konservasi, pelestarian, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Al Haris, Bupati Merangin, membantah kekhawatiran Hasibuan. Menurut dia, geopark itu di Sungai Batang Merangin, sementara Sungai Manau dan Perentak itu hulu Sungai Batang Masumai. “Jadi tidak ada kaitan dengan Batang Merangin. Lokasi tambang bukan di geopark. Sejauh ini, proses pengakuan terus berjalan,” katanya kepada Mongabay.

Haris mengatakan, dalam waktu dekat, akan turun menertibkan tambang. Namun, pemkab juga berupaya melegalkan tambang rakyat ini lewat peraturan daerah. Meskipun ranperda inisiatif Pemerintah Merangin sempat ditolak Pemerintah Jambi.

Namun, dia tetap mengupayakan legalitas tambang ini dengan mengkaji kembali ranperda yang disusun agar tidak bertentangan dengan Undang-undang. “Ranperda itu akan dikaji kembali agar lebih rinci soal pertambangan rakyat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *