Penyakit Wilson, Akibat Penumpukan Tembaga di Hati

Penyakit Wilson, Akibat Penumpukan Tembaga di Hati

Beberapa jenis makanan memiliki kandungan zat tembaga yang baik bagi tubuh. Misalnya, cokelat, kacang, jamur, kerang, dan alpukat. Zat tersebut berperan dalam pengembangan kesehatan saraf, tulang, kolagen, dan melanin pigmen kulit. Namun, apa jadinya bila zat tembaga tidak dapat diproses dengan baik oleh tubuh? Ya, hal ini akan menimbulkan penyakit wilson dan pasti kamu masih asing ketika mendengar nama penyakit ini.

Berikut penjelasan selengkapnya seperti dilansir MayoClinic dan Webmd, Rabu (10/7/2013):

Deskripsi

Penyakit wilson (hepatolenticular degenerasi) merupakan gangguan genetik langka yang diakibatkan oleh menumpuknya zat tembaga di berbagai organ vital, terutama di hati, otak, dan kornea mata. Hal ini dapat terjadi bila organ hati tidak dapat mencerna zat tembaga dengan baik dan akhirnya menyebabkan zat tersebut menumpuk. Penyakit ini bersifat progresif dan apabila tidak dengan cepat diobati akan mengarah pada timbulnya penyakit hati, disfungsi sistem saraf pusat, dan bahkan kematian.

Untuk mengetahui penyakit wilson, kamu dapat melakukan beberapa jenis pengujian seperti berikut ini:

Tes darah
Jenis tes ini dilakukan untuk melihat apakah organ hati kamu berfungsi dengan baik. Selain itu, tes ini juga digunakan untuk melihat kadar protein didalam darah. Bila kamu mengidap penyakit wilson biasanya kadar protein kamu rendah. Tak hanya itu saja, zat tembaga yang ada dalam darah juga dapat dipantau dengan melakukan tes ini.

Tes urine
Dokter akan melakukan tes urine untuk mengukur jumlah tembaga yang diekskresikan dalam urine kamu dalam kurun waktu 24 jam.

Pengujian genetik
Jenis pengujian ini dilakukan dengan analisis mutasi DNA yang dapat mengidentifikasi mutasi genetik yang menyebabkan timbulnya penyakit wilson. Saat kamu melakukan tes ini, dokter akan menggunakan sampel darah yang diambil dari lengan atau dari ujung jari kamu.

Biopsi hati
Prosedur dilakukan dengan mengambil sampel jaringan hati dengan cara menyisipkan jarum tipis melalui kulit dan kemudian masuk kedalam organ hati. Dokter akan menarik keluar sampel jaringan tersebut dan kemudian diuji di laboratorium untuk mengukur kadar tembaga.

Scan otak
Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mempengaruhi otak kamu, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan scan otak. Melalui jenis pemeriksaan ini, gambaran otak kamu akan terlihat di layar komputer.

Pemeriksaan mata
Mikroskop yang menggunakan slit lamp akan digunakan pada pemeriksaan ini. Dokter akan memeriksa mata kamu untuk memastikan apakah ada cincin Kayser-Fleischer yang berwarna cokelat keemasan pada mata kamu atau tidak. Cincin tersebut timbul akibat zat tembaga yang berlebih didalam mata. Penyakit wilson menyebabkan katarak yang dapat disebut dengan katarak bunga matahari.

Jenis pemeriksaan di atas harus kamu lakukan untuk meminimalisir risiko yang dapat timbul akibat penyakit ini. Komplikasi juga dapat terjadi bila penyakit ini tidak ditangani secara cepat, seperti:

  1. Kanker hati
    Penyakit wilson dapat menyebabkan organ hati tidak berfungsi dengan baik. Organ hati dapat mengalami kerusakan dan dapat menimbulkan penyakit .
  2. Gagal hati
    Penyakit wilson dapat menyebabkan timbulnya penyakit gagal hati. Penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba (gagal hati akut) ataupun berkembang secara perlahan-lahan. Jika penyakit gagal hati tidak segera diobati, penyakit ini akan terus berkembang, dan transplantasi hati menjadi salah satu pilihan pengobatan yang tepat.
  3. Sirosis
    Jika organ hati mengalami kerusakan, ia akan berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri. Namun, yang terbentuk bukanlah jaringan seperti pada umumnya, melainkan jaringan parut yang menyebabkan organ hati tidak dapat berfungsi dengan baik.
  4. Masalah ginjal

Tak hanya organ hati, penyakit wilson juga dapat merusak organ ginjal dan akhirnya menimbulkan berbagai penyakit, misalnya batu ginjal.

Apabila kamu melakukan diagnosis dini, penyakit wilson lebih mudah untuk diobati dan Anda berpeluang besar untuk hidup dengan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *