INDUSTRI KUNINGAN DI PATI MERAMBAH PASAR EKSPOR

INDUSTRI KUNINGAN DI PATI MERAMBAH PASAR EKSPOR

SEMARANG, KOMPAS.com – Industri kuningan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah merambah pasar ekspor ke Eropa, Amerika dan belahan dunia lain. Industri kuningan di Juwana memproduksi lampu, suvenir hingga perabot rumah tangga. Mayoritas produk ialah hiasan lampu berbahan kuningan. Salah satu kegiatan usaha yang membuat kerajinan itu yakni Krisna, yang terletak di Jalan Diponegoro, Juwana, Pati. Direktur Krisna, Ricky Agus Susanto menjelaskan, usaha kerajinan miliknya berdiri sejak 1963. Hingga kini usahanya telah mempekerjakan sekitar 130 orang warga sekitar. Sejak dulu, usahanya fokus pada membuat kerajinan dari bahan kuningan. Pernak-pernik perabot rumah tangga dibuat di dapur usaha itu. Pasokan bahan yang melimpah inilah yang membuat usaha itu masih eksis hingga kini. “Dulu Kuningan untuk alat rumah tangga, tapi sekarang berkembang barang hias, dekoratif,” ujar Ricky, saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (25/3/2018). Kuningan sendiri diperoleh dari memanfaatkan jasa pengepul barang bekas warga sekitar. Bahan kemudian didaur ulang hingga dibentuk ulang menjadi produk hiasan yang diinginkan. Produk hiasan lampu misalnya. Dari tangan para pekerja di usaha itu, menjadi produk yang berkualitas. Hasil kerajinan mereka didalam negeri banyak dipesan untuk kafe, restoran diSurabaya dan Jakarta. Sejumlah hotel dan apartemen juga memesan produk lampu kuningan dari wilayah ini. Hiasan lampu juga pernah dipesan oleh keluarga Presiden RI ke 2 Soeharto. Lampu kuningan buatan pabrik ini dipasang di Bina Graha. “Produk lampu itu di sini sekitar 60 persen, sisanya suvenir, pegangan pintu, dan seterusnya,” ucapnya. Untuk tetap menarik minat pembeli, pihaknya terus berinovasi. Berbagai perubahan desain terus dilakukan, hingga mengamati perkembangan fashion di bidang itu. “Tren lampu modern tapi minimalis. Kalau dulu plastik, tapi sekarang yang simpel. Desain minimalis,” ucapnya. Untuk pasar ekspor, sambung dia, pihaknya kini berhasil menembus pasar Eropa, Amerika hingga Jepang. Di negeri sakura, produk kuningan banyak dipesan untuk pembuatan tempat beribadah. “Terbesar di Maroko. Kami buat lampu buat hotel. Lampu ukurannya 16 meter, lebar 3 meter,” ucapnya. Bisnis kerajinan berbahan kuningan setidaknya cukup menarik. Omset kegiatan usaha Krisna minimal Rp 5 miliar perbulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *