Kerajinan tembaga diminati wisatawan dan kolektor

Kerajinan tembaga diminati wisatawan dan kolektor

BOGOR.Para pedagang kerajinan tembaga di kawasan Jalan Tentara Pelajar No.4,Ciwaringin,Bogor Tengah,Kota Bogor, Jawa Barat banyak mendapat pesanan dari wisatawan, pengusaha villa dan hotel, karena kerajinan tembaga memiliki daya tarik tersendiri dan tahan lama serta tidak mudah berkarat.

“Kami bisa menjual 20 sampai 40 unit per item tiap hari yang biasanya digunakan untuk aneka hiasan di villa, hotel atau rumah pribadi, maupun hanya sededar cenderamata sehingga menambah daya tarik dan membangun suasana yang indah di dalam villa atau rumah pribadi,” ujar pedagang kerajinan tembaga, Cahya Riyadi, di Jalan Tentara Pelajar No.4,Ciwaringin,Bogor Tengah,Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Ia menjelaskan, barang-barang dari tembaga, memiliki banyak keuntungan yang diantaranya barang tidak akan cepat rusak, bisa digunakan sebagai hiasan dan juga sebagai barang kebutuhan pribadi seperti piring makan ataupun piring saji dan juga berbagai hiasan atau pemanis ruangan seperti, patung, tataan lampu hias.

Ia mengatakan, permintaan pasar kerajinan khususnya tembaga saat ini cukup menjanjikan karena barang kerajinan tembaga tidak akan mati oleh usia barang dan memiliki keunikan dan fungsi bermacam macam, hal inilah yang selalu diburu oleh kebanyakan wisatawan mancanegara, dan wisatawan dalam negeri, villa atau hotel yang tersebar Kota Bogor dan sekitarnya.

Untuk masalah harga, biasanya para pemesan menentukan bentuk, ukuran barang sesuai keinginan atau sesuai dengan kebutuhan yang ada dan tingkat kedetailan atau ketelitian dalam pengerjaannya, seperti hal nya patung kuda dengan tinggi dan lebar 30 cm x 15 cm dan ketebalan 0,1cm para pedagang menjual dengan harga Rp850.000 per unit.

Demikian pula dengan, patung kepala Budha yang banyak diminati oleh wisatawan dari India dan Asia dengan tinggi dan lebar 30cm x 20cm dan ketebalan 0,3cm yang lebih seringnya dipadukan dengan lampu tidur ini dijual dengan harga Rp1.250.000 hingga Rp9.500.000 per unit.

Sedangkan untuk beberapa barang berbahan dari tembaga kebutuhan villa atau “resort” maupun hotel seperti piring makan, piring saji dan gelas dengan gaya kuno ukuran standar biasa dijual dengan harga Rp500.000 hingga Rp800.000 per unit, label villa dengan panjang 1,5m dan lebar 45cm dengan modifikasi di penulisan (nama villa) dikenakan biaya pembuatan sebesar Rp6.500.000 per unit.

Menurut dia, harga kerajinan tembaga ini terbilang murah dan harga akan naik apabila pemesan kerajinan membuat disain tersendiri, hal ini disebabkan oleh pembuatan cetakan bentuk baru, sehingga memerlukan waktu pembuatan cukup panjang dan harus mengutamakan kualitas sehingga harga bisa melambung tinggi dan biasanya pembayaran dilakukan 75% dari harga yang sudah disepakati.

Salah seorang pembeli kerajinan berbahan baku tembaga, Eliana, salah seorang pemilih cafe di Jakarta Selatan mengatakan, ini adalah kerajinan yang menarik dan tidak dapat berkarat dan juga mempunyai nilai seni yang tinggi, dan juga dapat dipadukan dengan berbagai kerajinan bergaya modern. Apalagi bila sudah bosan, barang bisa dijual kembali dengan atau mengurangi harga belinya, melainkan harga jualnya bisa makin bertambah seiring bergantinya waktu.

Ia menambahkan, pemakaian barang-barang kerajinan tidak hanya dipakai secara pribadi tapi ada beberapa barang kerajinan dari tembaga juga di pasarkan secara “online”, jadi sekalian jalan-jalan tapi juga menguntungkan.

“Jadi berburu barang-barang kerajinan itu cukup menguntungkan, selain bisa berlibur tapi juga bisa mencari kebutuhan pasar yang memiliki nilai seni dan harga jual yang bagus.” kata Eliana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *