Pesan sekarang!
Ubah Tahapan Penambangan, Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia Tertahan

Ubah Tahapan Penambangan, Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia Tertahan

Ubah Tahapan Penambangan, Produksi Tembaga dan Emas Freeport Indonesia Tertahan
JAKARTA — Perubahaan perencanaan tahapan penambangan berupa perluasan wilayah di tambang terbuka Grasberg, Papua, menyebabkan terjadinya penurunan produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia.
Perluasan area yang dimulai pada kuartal II/2019 tersebut dilakukan agar penambangan di tambang terbuka Grasberg bisa dilakukan hingga kuartal III/2019 atau lebih lama lagi. Perubahan perencanaan tahapan penambangan di tambang terbuka Grasberg tersebut menunda produksi bijih dengan kadar tinggi yang sebelumnya diprediksi dapat dilakukan pada kuartal II/2019
Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson mengatakan tambang terbuka Grasberg sudah berada dalam tahap akhir penambangan. Namun, Freeport memutuskan untuk memperluas tambang terbuka Grasberg di samping terus meningkatkan produksi dari tambang bawah tanah.
Dia menyatakan pihak Freeport Indonesia akan terus memantau kondisi geoteknik untuk menentukan tingkat penambangan di tambang terbuka Grasberg. Adapun material bijih yang tidak sempat ditambang di sana bisa ditambang melalui tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
“Kami mengubah rencana kami untuk operasi final tambang terbuka Grasberg dengan menambah area tambang baru yang memungkinkan untuk memperpanjang tambang terbuka di luar ekspektasi kami sebelumnya. Perubahan ini menunda akses untuk mendapatkan material bermutu tinggi yang sebenarnya kami rencanakan dapat ditemukan dalam waktu dekat,” katanya dalam Conference Call kuartal II yang dilangsungkan Rabu (24/7/2019) malam.
Freeport mengharapkan pasca transisi tambang terbuka ini rampung, produksi tembaga dan emas dalam jumlah lebih besar bisa kembali dilakukan.
Selama transisi berlangsung, produksi tembaga Freeport Indonesia pada semester I/2019 tercatat sebanyak 270 juta pon atau anjlok 58,97 persen dari produksi pada semester I/2018 sebanyak 658 juta pon.
Tidak hanya pada tembaga, produksi emas juga mengalami kondisi serupa. Produksi emas pada semester I/2019 tercatat sebanyak 316.000 ounce atau turun 76,32 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 1,33 juta ounce.
Meskipun tengah tertekan, Adkerson menyatakan penjualan tahun ini masih sesuai dengan rencana. Adapun pihaknya memperkirakan penjualan tembaga sepanjang tahun ini sebanyak 630 juta pon dan emas sebanyak 800.000 ounce.
Hingga saat ini total produksi tambang terbuka Grasberg dan dari dari badan bijih di sekitarnya mencapai 36 miliar pon tembaga dan 52 juta ounce emas. Adapun cadangan yang terdapat di area operasi Freeport Indonesia diperkirakan masih bisa ditambang setelah jangka waktu operasi maksimalnya habis pada 2041.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *