TEMPAT LILIN TEMBAGA

TEMPAT LILIN TEMBAGA

Tempat lilin pada umumnya terbuat dari jenis atau bahan steanlis atau biasa juga kalau dirumah anda menggunakan gelas sebagai tempat lilin ketika lampu padam. Pada dasarnya semua tempat lilin yang anda gunakan tidak sesuai dengan tempat yang semestinya. Untuk karena itu kerajinantembagaindonesia.com akan memberikan penawaran kepada anda dengan menjual sebuah tempat lilin yang unik dengan bahan berkualitas tinggi. Tembaga sering kali digunakan untuk membuat sebuah produk-produk kerajinan berkualitas tinggi. Bukan hanya sebuah tempat lilin saja yang bisa dibuat melainkan juga beberapa product rumahan lain yang akan disulap menjadi sebuah product dengan nilai jual yang tinggi.
Misalnya saja tempat lilin yang terbuat dari bahan tembaga kuningan ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan tempat lilin yang mungkin pernah anda temui sebelumnya. Tempat lilin tembaga ini sering kali kita lihat diupacara-upacara untuk beberapa Agama yang menggunakan lilin sebagai media pendukung dalam upacara Ibadah maupun adat istiadat. Tempat lilin yang terbuat dari tembaga juga akan terlihat lebih sakral karena bentuknya sendiri juga terlihat lebih Formal dan juga aman digunakan maupun dipegang langsung menggunakan tangan.

Umumnya lilin digunakan banyak orang untuk menerangi kegelapan baik mati lampu dan lian-lain. Ada juga lilin yang digunakan untuk upacara Ibadah, tentu saja tidak sembarang tempat yang bisa digunakan untuk menempatkan sebuah lilin. Menempatkan lilin ditempat yang terbuat dari tembaga kuningan akan memberikan nuansa yang lebih indah dan juga lebih damai .
Berikut ini ada beberapa jenis tempat lilin yang terbuat dari bahan tembaga kuningan pilihan serta kualitas tinggi :

a. Tempat Lilin Bercabang
Tempat lilin bercabang yang terbuat dari bahan tembaga merupakan salah satu jenis tempat lilin yang paling sering banyak digunakan oleh pemimpin Ibadah untuk melakukan sebuah upacara penyembahan dan penghormatan yang mana biasanya bisa anda temukan didalam sebuah Gereja. Tempat lilin bercabang ini juga mempunyai Fungsi yang lebih Simpel dibandingkan harus menggunakan 1 tempat lilin saja, namun dengan menggunakan tempat lilin bercabang semua orang bisa menaruh lilin karena tempatnya yang banyak dan tidak memakan banyak tempat. Selain tidak mengotori sebuah tempat.Tempat lilin tembaga juga memberikan efek hias yang menarik untuk dilihat secara Visual.

b. Tempat Lilin Tembaga Kubus
Kemudian yang kedua adalah tempat lilin dalam bentuk Kubus, walaupun dalam bentuk kubus tapi bahan yang digunakan tetaplah sebuah tembaga kuningan, tempat lilin yang terbuat dari bentuk kubus ini banyak digunakan orang-orang untuk upacara ibadah dan juga untuk acara adat istiadat, Tempat lilin dalam bentuk kubus ini sebenarnya lebih mirip dari tempat lilin yang ada di Negara Italia yang mana paling sering digunakan didepan sebuah Pintu gereja, Maupun bangunan tua. Tempat lilin yang cukup unik dan juga indah.

PENCEMARAN LOGAM BERAT

PENCEMARAN LOGAM BERAT

Memang sudah lama isu tentang bahaya pencemaran logam berat tersebar di masyarakat luas, dan memang kenyataannya pencemaran logam berat memang sangat berbahaya, baik bagi tubuh ataupun lingkungan.
Sebagian besar berasal dari proses industri dan pertambangan, ternyata pencemaran logam berat yang berasal dari alami pun bisa terjadi. Misalnya logam yang dibebaskan dari proses kimiawi dan aktifitas gunung berapi, logam yang ditransportasi oleh ikan dari atmosfer berupa partikel debu, serta dari abrasi pantai. Beberapa dari logam berat berdampak negatif terhadap tubuh manusia misalnya timbulnya beberapa penyakit berbahaya. Contohnya saja pada logam berat Merkuri (Hg), dewasa ini penggunaan merkuri sangat marak diberbagai produk kosmetik dengan tujuan agar kulit si pemakai akan tampak putih. Padahal tidak demikian, Hydragyrum/Merkuri jika masuk kedalam tubuh akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya, misalnya kulit akan menjadi lebih gelap dan kusam (ketika kosmetik dihentikan pemakaiannya), keguguran, dan lebih parahnya akan mengakibatkan kanker kulit.
Kehidupan air akan sangat terancam apabila logam berat tercemar disungai, danau, atau laut. Terutama terhadap ikan-ikan yang hidup disungai yang tercemar logam berat. Pengaruh toksisitas Cd, Ni dan Cr pada morfologi ingsang ikan ikan salmon. Ikan akan mengalami hipoksia (karena kesulitan mengambil oksigen dari air), sehingga menjadi penebalan pada sel epitel ingsang dan berakibat ikan kurang mampu berenang, (oleh hughes, dkk. 1979).
Cadmium (Cd) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit (renik) dan bersifat tidak mudah larut dalam air. Cd dan bermacam bentuk persenyawaannya dapat masuk kelingkungan perairan sebagai efek samping dari aktifitas manusia. Cd dalam konsentrasi berlebih dapat membawa sifat racun yang merugikan semua organisme hidup, bahkan berbahaya untuk manusia. Dalam tubuh biota dalam sistem rantai makanan turut menentukan jumlah Cd yang terakumulasi. Bila jumlah Cd yang terakumulasi melebihi ambang maka biota dari level tertentu dalam rantai makanan akan mengalami kematian bahkan kemusnahan (Palar, 1994)
Menurut Effendi (2003), Cd bersifat kumulatif dan sangat toksik bagi manusia karena dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal dan paru-paru, meningkatkan tekanan darah dan kemandulan pada pria dewasa. Kasus keracunan Cd yang terkenal adalah timbulnya penyakit itai-itai dijepang ditandai dengan rasa sakit pada tulang dan terjadi pengeroposan tulang. Toksisitas Cd dipengaruhi oleh pH dan kesadahan. Selain itu keberadaan Zn dan Pb dapat meningkatkan toksisitas Cd.
Berdasarkan standar WHO, kadar Cd maksimum pada air yang diperuntukkan bagi air minum adalah 0.005 mg/l. Pada perairan yang diperuntukkan bagi kepentingan pertanian dan peternakan, kadar Cd sebaiknya tidak melebihi 0.005 mg/l. Untuk melindungi kehidupan pada ekosistem akuatik, perairan sebaiknya memiliki kadar Cd sekitar 0.0002 mg/l ?(moore, 1991 dalam Effendi, 2003). Level maksimum konsentrasi Cd dalam ikan dan produk perikanan seusai ketentuan FDA tahun 1998 adalah 3-4 ppm berlaku di Amerika Serikat dan 0.5-1.0 mg/kg berat basah untuk Negara-negara Eropa (Huss, dkk., 2003)

  1. Nama kimia hydragyrum (Hg)
    Logam ini dihasilkan oleh bii sinabar (HgS=Sinabar Ore) dengan kandungan unsur mercuri 0,1-4%
  2. Sifat yang dimiliki oleh logam mercuri antara lain
    Berwujud cair
    Merupakan logam yang paling mudah menguap dibandingkan logam lain
    Logam yang paling baik untuk mengantar daya listrik
    Dapat melarutkan berbagai macam logam kecuali besi, nikel dan kadmium, kobalt, platinum
    Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua mahluk hidup baik dalam bentuk tunggal (logam) maupun senyawany
  3. Penggunaan logam mercuri
    Dipakai dalam industri alat kedokteran, x ray tube, tensimeter, dsb
    Dalam pembuatan alat listrik seperti balon lampu, klep, baterai, aki
    Dalam pertanian digunakan sebagai fungisida (membunuh jamur pada bibit) misal, mertil merkuri asesat (CH3-Hg-COOH), etil merkuri klorida (C2H5-Hg-CI) dan senyawanya metil merkuri disianodiamida dan senyawanya metil merkuri disianodinamika (CH3-Hg-NH-CNHNHCN)
    Jalur masuk melalui kulit biasa terjadi karena kecelakaan dari pecahnya alat yang mengandung air raksa
    Merkuri diabsorbsi melalui pernapasan (80%) didalam alveoli
  4. Transport, Distribusi dan Ekskresi
    Sesudah memasuki tubuh logam merkuri dalam waktu yang singkat masih berbentuk logam
    Didalam darah jaringan dengan cepat dioksidasi menjadi ion merkuri Hg 2+ yang kemudian diikat dengan protein
    Dalam darah inorganik merkuri ini diedarkan juga melalui dan sel darah merah
    Tempat penampungan ion ini banyak ditemukan pada ginjal dan otak meskipun ekspesinya sebagian besar melalui usus dan ginjal

Emas Dan Tembaga, Digunakan Untuk Apa Aja Sih?

Emas Dan Tembaga, Digunakan Untuk Apa Aja Sih?

Baru-baru ini kita dibuat bangga karena pertama kalinya saham PT. Freeport-McMoran sebagian besar dikuasai oleh pemerintah Indonesia. Tahukah kalian kalau PT. Freeport-McMoran ini yang menjalankan operasi tambang Grasberg yang merupakan salah satu tambang terbesar di dunia. Pada tahun 2016 tambang tersebut menghasilkan 1 juta ton emas (terbesar keempat di dunia) dan 550 ribu ton tembaga (terbesar kedua) . Nah karena itu, mari kita coba menggali lebih dalam apa saja sifat dan kegunaan kedua elemen ini. Mungkin ada juga yang belum kamu tahu loh.
Emas
Yang pertama, emas. Dalam sistem periodik unsur, emas memiliki simbol Au (dari kata Latin Aurum) dengan nomor atom 79 dan termasuk dalam golongan logam transisi. Tentunya kalian semua sudah tahu kalau emas adalah benda berharga yang sering diperjualbelikan orang sebagai barang investasi atau perhiasan. Memang, sekitar 50% emas yang ditambang adalah untuk perhiasan, 40% nya untuk investasi dan sisanya untuk industri . Selain itu, emas memiliki kegunaan yang banyak sekali, terutama karena sifatnya sebagai penghantar panas dan listrik yang baik. Emas sudah lama digunakan untuk kabel-kabel elektronik dan saat ini emas semakin banyak digunakan pada gadget seperti telepon, mobil, tv, dan barang-barang digital lainnya. Alasan utama emas semakin banyak digunakan di elektronik selain konduktivitasnya adalah karena emas tidak gampang berkarat dan rusak dibandingkan elemen lainnya seperti tembaga dan perak. Lalu sifat dari materialnya yang cenderung mudah dibentuk dan dapat ditempa menjadi sangat tipis cocok untuk pelapis tipis.
Selain untuk dipakai pada perangkat elektronik, aplikasi emas lainnya adalah sebagai katalis dan digadangkan akan menjadi pengganti katalis air raksa. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi kimia tertentu. Air raksa yang digunakan sebagai katalis di berbagai industri (seperti industri plastik PVC) akan dilarang pemakaiannya karena sifatnya yang beracun dan memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Sementara itu, emas yang dulunya dihindari pemakaiannya karena sangat mahal, sekarang dapat dibuat menjadi nanopartikel sehingga kemampuan katalisnya jauh lebih baik dengan jumlah yang lebih sedikit. Untuk tahu lebih banyak tentang apa itu nanopartikel, silakan baca di link ini.

Jika membicarakan emas nanopartikel, aplikasinya juga akan semakin banyak ditemukan di bidang medis. Dari dulu emas sudah mempunyai potensi untuk memberikan dampak positif pada kesehatan. Misalnya, obat yang diolah dari emas sudah diperuntukkan untuk obat bagi penderits radang sendi dan arthritis sejak tahun 1980. Lalu semakin kesini, dengan berkembangnya bidang nanopartikel di dunia kesehatan, ternyata diketahui jika nanopartikel emas mempunyai banyak potensi kegunaan. Misalnya aplikasi untuk diagnosa suatu penyakit, perawatan untuk obat, pengobatan tumor dan kanker, dan sebagainya.

Dalam bentuk larutan (terlarut dalam air), nanopartikel emas memiliki ukuran yang berbeda-beda dari sekitar 100 nm – 800 nm. Semakin kecil emas tersebut akan semakin menyala merahnya (paling kanan).

Oya, tahukah kamu, kalo tubuh kita juga mengandung emas loh? Walaupun jumlahnya gak banyak, yaitu sebesar 3 x 10^-7 % masa tubuh .Artinya, kalo kamu saat ini memiliki berat badan sebesar 70 kg, berarti tubuhmu mengandung 0,2 mg emas. Sangat kecil sekali ya?

Tembaga
Sekarang kita beralih ke tembaga. Dari sejak zaman purbakala, tembaga sudah memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Dalam sistem periodik unsur, tembaga memiliki simbol Cu (dari kata latin cuprum) dengan nomor atom 29. Di zaman modern ini, tembaga adalah logam yang paling banyak dipakai di industri karena berbagai sifat khusus seperti elastis, lunak, konduktif terhadap panas dan listrik, tahan korosi, nutrisi untuk makanan kita sehari-hari, dan mempunyai sifat antimikroba. Tembaga juga merupakan salah satu logam yang sering dicampur dengan logam lain untuk membentuk logam campuran. Saat ini terdapat sekitar 570 jenis logam campuran yang berasal dari tembaga, diantaranya adalah perunggu dan kuningan. Perunggu berasal dari campuran tembaga sebagai komponen utama (sekitar 88%) dengan timah, aluminium, dan silikon. Sedangkan kuningan berasal dari campuran antara tembaga (61-68%) dan seng (32-39%). Kuningan merupakan bahan logam standar untuk membuat banyak produk seperti jam atau barang lain yang berwarna seperti emas. Sementara itu, perunggu adalah logam yang lebih kuat dari besi dan tahan karat, tidak heran dulu bahan ini sering digunakan untuk menjadi bahan membuat senjata, pelindung, dan juga barang seni.
Di jaman modern, tembaga dalam bentuk yang murni digunakan untuk kabel-kabel penghantar listrik. Berbagai macam alat elektronik juga menggunakan kabel tembaga dalam alat-alatnya.
Untuk di masa depan, tembaga akan semakin banyak digunakan terutama di teknologi yang berhubungan dengan pembangkit tenaga termasuk di generator, mesin transformer energi, dan sistem energi terbarukan. Selain itu, mobil listrik yang akan menggunakan tembaga tiga kali lebih banyak daripada mobil biasa karena lebih banyaknya komponen elektronik. Tembaga pun ternyata dapat digunakan menjadi pelapis anti mikroba yang dapat diaplikasikan untuk kesehatan.

Lain dengan emas, dalam tubuh kita, tembaga berada dalam jumlah yang lebih banyak, sekitar 1,04 x 10^-5 % massa tubuh. Kalo berat badanmu 70 kg, sekitar 72 mg nya adalah tembaga. Selain itu, beda dengan emas yang tidak penting bagi kelangsungan hidup manusia, unsur tembaga di tubuhmu sangat penting banget. Tanpa ada tembaga, sel-sel di tubuhmu tidak dapat membuat molekul pembentuk energi tubuh (Adenosin Triposfat, ATP). Jika ATP tidak dibentuk, maka kamu tidak akan hidup.

Tingkatkan Efisiensi, Industri Kuningan Manfaatkan Bahan Baku Daur Ulang

Tingkatkan Efisiensi, Industri Kuningan Manfaatkan Bahan Baku Daur Ulang

Kementerian Perindustrian tengah berkosentrasi untuk mengembangkan industri berbasis kuningan di dalam negeri agar semakin berdaya saing. Salah satu upaya strategisnya adalah mendorong produksi sektor ini melalui pemanfaatan daur ulang bahan baku kuningan atau tembaga dari sisa peralatan rumah tangga atau proyek yang sudah tidak terpakai.
“Upaya ini menjadi wujud juga untuk pelestarian lingkungan. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang saat ini modern, kualitas tetap terjaga dengan bahan baku daur ulang ini,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto pada acara Pelantikan Pengurus Gabungan Industri Peleburan Kuningan Indonesia (GIPELKI) di Jakarta, Senin (26/3).
Harjanto menjelaskan, industri kuningan dalam negeri saat ini mampu menghasilkan produk casting (peleburan) dan ekstrusi, di antaranya berupa valve, meteran air, serta produk kawat dan turunannya. “Dengan industri kuningan dalam negeri yang masih menggunakan bahan baku berasal dari skrap, hal ini memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan juga pengendalian lingkungan yang lebih sederhana dibandingkan industri logam dasar yang berasal dari alam,” terangnya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 hingga 2035, salah satu target pengembangan industri kuningan adalah produk kuningan dalam bentuk sheet atau plat. Untuk itu, Kemenperin terus memacu produk-produk yang lebih bernilai tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Masih ada porsi skrap kuningan yang masih dapat diekspor. Dengan keberadaan GIPELKI, kami harapkan dapat memfasilitasi identifikasi kebutuhan bahan baku skrap kuningan,” tuturnya.
Pengembangan industri kuningan ini akan turut mendorong kinerja industri logam nasional. Pada tahun 2017, industri logam mencatat pertumbuhan sebesar 5,87 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,07 persen. Saat ini, pertumbuhan industri logam dasar masih ditopang dari sektor besi baja, aluminum, nikel, tembaga, dan timah.
Sementara itu, Ketua Umum GIPLEKI Eric Wijaya yang juga Komisaris PT Prima Copper Industri menyampaikan,kebutuhan skrap kuningan untuk industri peleburan kuningan di Indonesia diperkirakan sebanyak 25.000 ton per tahun atau senilai Rp2,5 triliun.
“Dari skrap tersebut, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam GIPELKI telah memproduksi segala jenis produk kuningan dan behasil menjualnya untuk industri dengan merek dunia,” ujarnya. Bahkan, dari produk yang sudah diekspor, telah digunakan untuk industri sanitari kran air, kepala tabung gas elpiji, serta untuk komponen industri elektronika dan industri tekstil seperti kuningan untuk resleting.
“Hingga saat ini sudah ada yang mensuplai kuningan silikon untuk membantu pengrajin kuningan memproduksi barang kualitas tinggi,” imbuhnya. Di luar para pengrajin yang memproduksi produk-produk kuningan secara tradisional, di Indonesia saat ini terdapat 12 perusahaan yang melakukan kegiatan produksi peleburan kuningan dengan skala besar.